Pesantren Kilat Hari Kedua di MAN 2 Bandar Lampung: Penguatan Iman dan Pemahaman Ibadah

Pesantren Kilat Hari Kedua di MAN 2 Bandar Lampung: Penguatan Iman dan Pemahaman Ibadah

Bandar Lampung, MAN 2 (Humas)- Kegiatan pesantren kilat hari kedua di Masjid Al Iman dan Aula MAN 2 Bandar Lampung berjalan lancar. Para peserta mendapatkan berbagai materi keagamaan untuk memperdalam pemahaman mereka tentang Islam, mulai dari keutamaan madu dalam Islam hingga tata cara bersuci dan sholat. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X dan XI dengan pemateri dari pihak PT. Suhita Lebah Indonesia dan Guru PAI MAN 2 Bandar Lampung, Selasa (11/3/2025).

Sesi pertama diisi oleh April Lia Sahidah dan Isnina dari PT. Suhita Lebah Indonesia. April Lia menjelaskan bahwa madu merupakan salah satu bukti kebesaran Allah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 68 :

  “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”

Menurut April Lia, “Madu yang dihasilkan oleh lebah merupakan bukti kebesaran Allah bagi orang yang berpikir, madu mengandung sifat penyembuhan atau fihi syifa'un lin naas, serta memiliki berbagai rasa tergantung dari nektarnya," jelas April Lia.

Sedangkan Isnina, mengajak peserta pesantren kilat memahami manfaat madu dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kesehatan maupun sebagai salah satu bentuk refleksi atas keagungan ciptaan Allah dan mensosialisasikan cara membedakan madu asli dan palsu.

 

Pada sesi kedua, peserta mendapatkan pembelajaran tentang tata cara bersuci fardu dan rukun wudhu, hal-hal yang membatalkan wudhu, tata cara mandi wajib yang disampaikan oleh Ida Yulianti dan Novriyanti untuk peserta ahwat di Aula MAN 2 Bandar Lampung, sedang peserta Ikhwan di Masjid oleh Noer Ahmad Aziz dan Ahmad Rifa’i.

Peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga kesucian diri sebelum melaksanakan ibadah, serta bagaimana cara melaksanakan wudhu dan mandi wajib sesuai syariat Islam.

Dalam sesi terakhir, peserta diajarkan tata cara sholat yang benar. Untuk peserta perempuan, materi disampaikan oleh Sri Rahmatalina dan Istiqomah, sedangkan untuk peserta laki-laki disampaikan oleh Abdul Rozak dan Al-Ghazali.

 

Sri Rahmatalina mengulas tentang sholat tarawih yang hanya dilakukan di bulan Ramadhan, menekankan bahwa “ibadah ini merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan” jelasnya.

Sementara itu, Al-Ghazali menjelaskan juga tentang Sholat Idul Fitri setelah bulan Ramadhan. Menurut Ghazali "Jika dilihat dari kalimatnya Idul Fitri berarti kembali kepada kesucian. setelah sebulan penuh berpuasa, umat Islam kembali ke fitrah dengan melaksanakan sholat Idul Fitri sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah," ujarnya.

Dengan adanya kegiatan pesantren kilat di MAN 2 bandar Lampung, diharapkan para peserta semakin memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. (Humas)


11/03/2025 14:02, Dilihat 1483 kali