Bandar Lampung, MAN 2 (Humas) – Guru PKn MAN 2 Bandar Lampung, Noperdayati, S.Pd. menjadi salah satu trainer pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Pembelajaran anti korupsi di madrasah di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung pada tanggal 10 – 12 Maret 2022 bertempat di Ballroom Hotel Batiqa Bandar Lampung.
Kegiatan Bimtek yang dibuka secara Langsung oleh Plt. Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Drs. H. Karwito,M.M itu diikuti oleh Ketua KGRA, Guru dan para Wakil Kepala Bidang Kurikulum MI, MTs, MA se-Provinsi Lampung dengan mengusung tema ‘Menciptakan Budaya Anti Korupsi di Madrasah’.
Noperdayati, S.Pd. sebagai salah satu trainer menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik dengan cara menyisipkan mata pelajaran khusus anti korupsi pada mata pelajaran PKn, Akidah Akhlak dan Qur’an Hadis. Adapun 9 (Sembilan) nilai luhur yang membentuk karakter anti korupsi yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, berani, mandiri, sederhana, adil dan perduli.
Nover menambahkan bahwa pada kegiatan Bimtek tersebut para peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok MI, MTs dan MA yang akan dibimbing oleh para trainer. Ia sendiri menjadi trainer untuk peserta yang merupakan waka kurikulum MA se-Provinsi Lampung.
“Pada kesempatan itu saya menjelaskan tentang pemetaan, silabus dan RPP Insersi tingkat MA yang nantinya seluruh peserta diminta untuk membuat silabus dan RPP. Kemudian para wakakur diharapkan menyampaikan semua yang didapat pada Bimtek ini kepada guru-guru di madrasahnya masing-masing,” ujarnya.
“Hal itu harus dilakukan karena pada TP. 2022/2023 nanti mata pelajaran insersi anti korupsi tersebut akan diterapkan agar guru-guru di madrasah tidak kaget dan sudah mempersiapkan segala perangkat pembelajaran,” imbuhnya.
“Saya sendiri juga akan memberikan sosialisasi kepada guru mata pelajaran PKn, Aqidah Akhlak dan Qur’an Hadis di madrasah saya tentang insersi Pendidikan anti korupsi ini. Ilmu yang sudah saya peroleh sudah seharusnya saya bagi kepada guru-guru di madrasah saya agar manfaat bisa dirasakan bersama,” ucapnya lebih lanjut.
“Akhirnya harapan saya ke depan semoga setelah diterapkannya insersi Pendidikan anti korupsi di madrasah ini, seluruh siswa madrasah memiliki 9 nilai-nilai luhur yang akan menjadi pengingat mereka dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” pungkasnya. (Eva/Ida/Mela Basyar)
